Setelah cerita yang terdahulu menceritakan berdirinya Kampung Pelabuhan Ratu dan diangkatnya Ibu Ratu Purnama Sari sebagai Ratu Laut Selatan dan Ratu Mayang Sagara menjadi Ratu pantai selatan (Furi Karancang Kancana karang hawu Pelabuahan Ratu) Ibu dan anak sebagai Penguasa Laut dan pantai selatan yaitu mempunyai sebutan Loro (dua) Kidul (selatan).Ratu Mayang Sagara yang kecilnya bernama Rara Panas Mayang Nagasari Pamulangan dan setelah diangkat menjadi Ratu Basisir (pantai) contohnya adalah cawene (suci) yaitu seorang gadis yang masih suci bertapa menyertai ibunya di Gunung Winarum sekarang Pangjarahan Karang Hawu sampai akhirnya ngahiyang menyatu dengan Alam dan meninggalkan ciri kata bahasa Sunda lebah yaitu menunjukan tempat. Jadi Karang Hawu hanya sebatas Lebah Cawene.
Baiklah kita lanjutkan kepada cerita Putri Bungsu Prabu Sedah Nusia Mulya Siliwangi yang memisahkan diri tidak ikut dengan rombongan yaitu Putri Gandrung Arum adiknya Putri Purnama Sari.
Setelah melihat pelangi berlapis 7 yang datangnya dari Laut Selatan melengkung kesebuah hutan. Putri Gandrung Arum meminta izin kepada ayahandanya untuk bertapa di tempat itu.
Dikatakan Pelangi berlapis tujuh itu bukanya berwarna 7, melainkan ada 7 Pelangi. Melihat itu Nyai Putri tertarik hatinya dan memutuskan untuk tidak terus ikut dengan ayahnya.


06.24
jalupangna


