Tampilkan postingan dengan label Babad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Babad. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

Babad Sangkuriang

Ringkasan cerita


Di hutan Banjar hidup seekor babi putih yang bertapa terus-menerus selama puluhan tahun. Ia bertapa karena ingin mempunyai seorang anak perempuan berupa manusia. Pada suatu waktu babi hutan itu pergi ke sebuah lapangan dekat Sungai Citanduy. Di situ ia menemukan air pada sebuah batok kelapa muda. Karena merasa sangat haus, ia minum air itu. Ternyata air itu air seni Prabu Ratu Galuh. Sehingga tak lama kemudian, babi putih itu mengandung. Sesudah sampai waktunya ia melahirkan seorang anak perempuan wujud manusia yang sangat cantik parasnya. Anak itu ada yang namainya Dayang Sumbi atau Nyai Rarasati.

Nyai Dayang Sumbi sesudah besar, ia menanyakan siapa ayahnya kepada ibunya. Semula pertanyaan itu tidak dijawab, tetapi karena ditanyakan berulang-ulang akhirnya diberi tahu juga, yaitu Prabu Ratu Galuh. Nyai Dayang Sumbi bermaksud menghadap Prabu Ratu Galuh, ayahnya.

Jumat, 16 Maret 2012

Babad Limbangan

Ringkasan cerita

Pada zaman dahulu kala Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran, mempunyai seorang pembantu bernama Aki Haruman. Setiap hari Aki Haruman diberi tugas berburu binatang dengan menggunakan alat sumpit (panah) dan busur.

Pada suatu hari Aki Haruman pergi berburu ke arah timur. Sampai  tengah hari ia belum memperoleh hasil buruannya, padahal telah  banyak bukit dan gunung didaki. Sesampainya di puncak gunung, ia melihat sesuatu yang bersinar disebelah utara pinggir Sungai Cipancar. Ternyata sinar itu keluar dari badan seorang putri yang sedang mandi, yang mengaku putra Sunan Rumenggong, penguasa daerah Limbangan.

Peristiwa pertemuan dengan Nyi Putri dari Limbangan dikisahkan oleh Aki Haruman kepada Prabu Siliwangi. Berdasarkan peristiwa itu, Prabu Siliwangi menamai gunung itu Gunung Haruman. Prabu Siliwangi bermaksud memperistri putri dari Limbangan. Ia mengirimkan Gajah Manggala dan Arya Gajah (keduanya pembesar Pajajaran). Aki Haruman serta sejumlah pengiring bersenjata lengkap meminang putri itu, dengan pesan, lamaran itu harus berhasil dan jangan kembali sebelum berhasil.

Babad Kawung Lebak

Ringkasan cerita

Pohon enau (kawung) di daerah Kabupaten Lebak ada tiga macam: kawung hideung, kawung hejo dan kawung saeran. Pembagian macam-macam kawung ini berdasarkan tinggi pohon, daun, ijuk, pelapah, tangan-tangannya, dan ciri lain lagi. Aturan pembenihan enau dimulai dengan menyemaikan bijinya (kolang-kaling) yang tua. Kemudian, setelah tumbuh dan mencapai enam atau satu tahun, kawung benih itu sudah siap dipindahkan ke lubang. Waktu dimasukan ke lubang harus dibacakan mantra seperti berikut:

Babad Kawung Baduy

Ringkasan cerita

Pada Babad Kawung Baduy, seperti juga pada Babad Kawung Lebak, dalam uraiannya diterangka hal-hal berikut:

Keadaan rupa/macam kawung (pohon enau, aren) dan tata cara mengambil nira. Tentang pemeliharaannya tidak banyak di utarakan karena orang Cibeo dan Kanekes tidak memindahkan Kawung, juga tidak mengadakan persemaian khusus. Mereka hanya memanfa'atkan Kawung yang tumbuh sendiri akibat biji yang tercecer, terbawa dan menyebar bersama kotoran musang (careuh). Siapa yang menemukan benih yang tumbuh dengan baik cukup membersihkan tanah disekitarnya saja. Hal ini menandakan bahwa Kawung itu ada yang memeliharanya. Dengan demikian, hal itu menunjukan pemiliknya. Kawung yang tanah di bawahnya sudah dibersihkannya oleh seseorang tidak boleh dikatakan orang lain bahwa Kawung itu miliknya.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management